Kamis, 28 Januari 2016

Travel umroh di jakarta selatan

Travel umroh di jakarta selatan +62.812.9935.8663 

TIPS HEMAT BERTELEPON DARI SAUDI ARAB

Beberapa waktu lalu , keberadaan handphone belumlah menjamur seperti sekarang ini, Jamaah haji  dan umroh sangat kesulitan dalam berkomunikasi dengan keluarganya di Tanah Air, begitu juga dengan pihak keluarga yang berada di rumah. Apalagi jika jamaah haji sedang melaksanakan prosesi ibadah haji yaitu: wukuf di Arofah, Mabit di Muzdalifah dan Mina, tentu komunikasi mereka akan terputus dengan keluarga di rumah. Sebab di Arofah, Mina tidak ada Wartel,  terpaksa selama sekitar 5 hari mereka tidak dapat berkomunikasi dengan keluarganya di Indonesia.
Kini, hampir setiap orang sudah memiliki alat komunikasi yang portable seperti handphone yang bisa dibawa kemana-mana. Banyak jamaah haji yang memiliki/ membawa handphone ke Tanah Suci, tetapi kebanyakan dari mereka kesulitan mengoperasikan atau menelpon keluarganya di rumah. Dari pengalaman kami selama ini, masalah yang timbul sangat beragam, dari yang mulai sama sekali tidak tahu caranya mengoperasikan HP tersebut sampai, bisa mengoperasikan HP tapi tetap belum bisa menghubungi keluarganya di rumah. Untuk kasus yang pertama yaitu tidak dapat mengoperasikan HP, kebanyakan mereka jamaah haji yang sudah tua dan gaptek teknologi. Mereka membawa HP karena diberi oleh anaknya tapi tidak diajari mengoperasikan HPnya. Saran kami untuk masalah yang satu ini, bawalah HP yang mudah pengoperasiannya. Ada teman yang punya jamaah haji yang memiliki Blackbery, tapi anehnya ia tidak bisa mengoperasikannya? Ia hanya bisa menerima telpon dan menelpon orang lain saja, sms ndak bisa, apalagi mau browsing internet sama sekali buta? Katanya sih, yang pentingkan bisa mejeng pake Blackbery ??
Ada juga jamaah haji yang bisa menggunakan HP tetapi tidak bisa menghubungi keluarganya di rumah? ada apa gerangan ya? Ternyata mereka belum merubah atau mensetting nomor HP yang dihubungi di rumah (Nomor HP tujuan yang mau dihubungi). Dalam hal komunikasi ini, setiap negara akan memiliki kode negara sendiri-sendiri. Di Indonesia aja setiap daerah memiliki kode wilayah yang berbeda jika mau menghubungi atau menelpon nomor telepone ke daerah tersebut, ya kan? Untuk diketahui, kode Indonesia adalah +62 atau 0062 sedangkan untuk Arab Saudi +966 atau 00966. Jadi jika jamaah haji ingin menghubungi keluarga di Indonesia maka nomor HP nya harus ditambahi +62 misal nomor HP nya 08155517485 harus ditambahi +628155517480 atau 00628155517480. Mudah kan?
Satu hal yang perlu diperhatikan adalah, berhati-hatilah jika Anda ke Tanah Suci dengan membawa nomor HP dari salah satu operator seluler di Indonesia. Pernah salah satu jamaah haji yang tagihan telponnya membengkak hampir 8 juta!  Jamaah haji tersebut memakai nomor HP nya (dari salah satu operator seluler di Indonesia) untuk berkomunikasi di Tanah Suci selama ibadah haji. Pulang haji jadi pusing deh, sebab punya tagihan sebesar itu. Sekedar diketahui aja Internasional Roaming untuk nomor HP di Indonesia per menit nya hampir Rp. 30.000. Jadi jika kita menerima telpon dari Indonesia, bukan menelpon nih, biayanya sekitar Rp. 30.000 ! Penulis punya pengalaman sendiri, tahun lalu nomor HP yang dari operator seluler Indonesia, tagihannya sampai Rp. 1,5 juta. Padahal hanya beberapa kali browsing internet dan dua kali salah pencet telpon saja. Jadi waktu itu ada telpon masuk dari Indonesia, mau nya dimatikan, tetapi salah pencet tombol terima telpon, lalu cepat-cepat dimatikan, begitu saja sudah kena International Roaming Rp. 30.000.
Adapun solusi bagi jamaah haji dan umroh untuk berkomunikasi selama di Tanah Suci pergunakan saja Kartu Telpon atau SIM CARD dari salah satu operator seluler di Arab Saudi antara lain Mobily, Al Jawwal (SAWA) dan Zein. Di Makkah atau di Madinah banyak orang-orang bahkan anak-anak yang menjual kartu Perdana. Jadi kartu (SIM CARD) Indonesianya tetap dibawa mungkin hanya dipakai sampai di Embarkasi aja. Sesampai di Tanah Suci beli Kartu Arab Saudi (SIM CARD) di Makkah atau Madinah. Dari pengalaman saya, biaya komunikasinya pun relatif lebih murah dibandingkan jika kita memakai kartu telepon Indonisia. Saya sering telpon ke Indonesia sekitar 5 menit hanya kena sekitar 12-13 Real. Dan enaknya pakai nomor Arab Saudi ketika kita selesai telepon atau sms ada 'sumary call' atau pemberitahuan jumlah pulsa terakhir dan habis berapa kita telpon atau sms tersebut. Untuk sekali sms ke nomor di Indonesia biayanya relatif murah sekitar 0,6 halalah atau jika dirupiahkan sekitar Rp. 1300 per sms, sedangkan kalau pakai nomor Indonesia sekali sms ke nomor Indonesia sekitar Rp. 3000. Satu lagi kelebihan memakai kartu Arab Saudi, jika kita berkomunikasi dengan sesama jamaah haji yang sama-sama pakai nomor Arab Saudi harganya jauh lebih murah, pernah seorang jamaah telepon ke jamaah haji lain sekitar 5 menit biayanya hanya sekitar 1 Real, murah kan? Apalagi tahun lalu ada discount sekitar 50%. Sebaiknya jamaah haji punya nomor Arab Saudi yang selalu siap pakai ketika berangkat haji dengan adanya discount tersebut sangat menguntungkan, telpon ke Indonesia sekitar 5 menit hanya kena 2-3 Real saja. Semoga membantu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar